Mengapa Harus Ikut Pameran SAExpo 2018?

Kali ini, mari kita cermati dunia marketing atau pemasaran, khususnya pameran produk mebel dan kerajinan.

Bicara tentang pameran mebel dan kerajinan, saya harus sedikit mengernyitkan dahi untuk sekedar mengingat 16 tahun yang lalu, dunia yang saya geluti dan saya mencoba untuk mencermati sejak tahun 2002 hingga sekarang. Sekedar merunut event pameran mebel dan kerajinan saat itu; ada pameran PPE (Pameran Produk Ekspor) di Kemayoran Jakarta, yang sekarang menjadi Pameran TEI (Trade Expo Indonesia), Pameran Furnicraft (Jakarta), Pameran INACRAFT(Jakarta), Smesco (Jakarta), PPED (Pameran Produk Ekspor Daerah) di Yogyakarta, IFFINA (International Furniture & Craft Fair Indonesia) di Jakarta, IFEX (Jakarta), JIFFINA (Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia), dan beberapa pameran lain yang bermunculan.

Aktifitas men-design produk, hunting barang, bikin katalog, pricingpacking barang, loading barang, display barang, adalah kegiatan yang melekat dengan event pameran mebel dan kerajinan, dan telah menjadi habit. Memang mengikuti pameran bukanlah hal yang sederhana. Tak hanya memajang barang di booth, lalu menjualnya. Karena mengikuti pameran membutuhkan kejelian melihat peluang, teliti dalam pricing, cermat dalam memilih designkeren dalam men-display produk, dan tentu lihai dalam menjual dan bernegosiasi dengan pembeli (buyer). Dari pameran-pameran inilah saya mencoba mencermati, lalu mengambil pelajaran, dan tentu kemudian berbagi dengan teman-teman.

Foto: www.jiffinainternational.com

Dalam waktu tak lama lagi, pada tanggal 25 s/d 29 Oktober 2018 yang akan datang, akan digelar sebuah pameran mebel dan kerajinan, SAExpo 2018, namanya. Pameran yang diselenggarakan oleh Forum Jiffina Jawa Bali ini akan dihelat di Gedung JEC (Jogja Expo Center), gedung andalan Jogja untuk pameran yang berkelas internasional. Dengan slogan “stock sale”, timing pelaksanaan, promosi dan daya tariknya, serta beberapa faktor lain, sepertinya menarik untuk kita cermati lebih dalam.

Di sini saya mengajak teman-teman untuk ngobrolin pameran SAExpo ini. Lebih tepatnya dari perspektif pelaku pameran, bisa sebagai peserta maupun penyelenggara, karena saya bukan seorang ekonom yang lihai berteori, atau pakar marketing yang selalu bersemangat dalam orasinya. Yang saya punya hanya ‘kalkulator untuk menghitung penjualan beras’, ibaratnya begitu. Hehe… Meski begitu, sebagai orang yang suka belajar apa saja, saya tetap mencoba memperkaya referensi, dari manapun. Dengan harapan, semoga dapat memberi manfaat untuk kita semua.

Bagi ‘petarung’ bisnis mebel dan kerajinan, apalagi mempunyai orientasi ekspor, strategi dalam pameran tak bisa diabaikan. Karena dalam pameran perlu perencanaan yang matang. Maka mencermati sebuah pameran, lalu mempersiapkan secara baik untuk mengikutinya, tentu menjadi keharusan. Untuk itulah, judul di atas saya sebut: “Mengapa harus ikut pameran SAExpo 2018?”. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: “Ada apa dengan Pameran SAExpo 2018?Mengapa kita harus ikut pameran ini? Mari kita cermati Pameran SAExpo ini dari berbagai hal:

1. Harga Booth (Stand)

Pertama kali yang menjadi bahan kalkulasi dalam setiap tawaran pameran biasanya adalah harga booth (stand). Booth dalam Pameran SAExpo 2018 dibanderol Rp. 350.000,-/m, selama 5 hari, tanpa partisi (open space). Jika menggunakan booth minimal (3m x 3m), hanya berharga total 1 boothRp. 3.150.000,-/booth selama 5 hari.  Sedangkan Pameran Jiffina 2018 saja kemarin harga booth-nya sampai Rp. 850.000,-/m. Berarti 1 booth ukuran (3m x 3m) dengan harga: Rp. 7.650.000,- Dibandingkan dengan pameran di Jogja saja lebih murah, apalagi dengan harga stand pameran di Jakarta. Ya, kan?

2. Tanggal Pelaksanaan

Pameran SAExpo 2018 akan dilaksanakan pada tanggal 25-29 Oktober 2018. Berselisih hari dengan pelaksanaan pameran Trade Expo Indonesia (TEI) yang diselenggarakan pada tanggal 24-28 Oktober 2018 di Jakarta. Ini cukup strategis. Mengapa? Karena dengan pelaksanaan berselisih hari dengan pameran TEI yang telah menyedot ribuan pengunjung, Pameran SAExpo, meskipun diselenggarakan di Jogja akan bisa menggaet limpahan pengunjung dari Pameran TEI ini, terutama buyer asing. Oleh karena itu dibutuhkan promosi Pameran SAExpo ini secara khusus di Pameran TEI. Agar para pengunjung di Pameran TEI juga akan mengunjungi Pameran SAExpo di Jogja.

Tak diragukan lagi bahwa Pameran TEI (Trade Expo Indonesia) sebagai pameran terbesar di Indonesia, karena telah terselenggara untuk yang ke-33. Di samping itu, pameran ini didukung penuh oleh Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI, BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional), dan beberapa kementerian lain. Sehingga promosi pameran ini pun dilakukan secara besar-besaran pula. Hampir di seluruh negara yang ada ITPC-nya (International Trade Promotion Center) mempromosikan Pameran TEI ini.

3. Daya Tarik dan Promosi Pameran

Berbeda dengan Pameran JIFFINA, Pameran SAExpo 2018 lebih berorientasi pada segmentasi pasar lokal, meskipun tetap berharap adanya pengunjung atau buyer asing dari limpahan pengunjung pameran TEI (Trade Expo Indonesia) Jakarta. Maka strategi pemasarannya pun sedikit berbeda. Pameran SAExpo menekankan pada promosi lokal (dalam negeri), seperti media outdoor, media cetak, media online termasuk media sosial. Di samping itu untuk menambah daya tarik pengunjung, Pameran ini menggunakan Slogan “Stock Sale”. Dengan slogan “Stock Sale”, Pameran SAExpo saya kira menjadi magnet yang cukup dahsyat untuk konsumen kita. Karena “stock sale” menggambarkan produk yang murah, sisa stock produk ekspor yang notabene berkualitas baik. Dan memang dalam Pameran SAEXpo akan menampilkan booth khusus dengan harga “stock sale” atau murah.

4. Venue (Lokasi) Pameran

Lokasi Pameran SAExpo ada di Jogja Expo Center (JEC), tempat kebanggaan warga Jogja untuk menghelat acara MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Di samping tempatnya luas, tempat parkir juga luas. Seperti kita ketahui, bahwa tempat parkir pun akan menjadi pertimbangan para calon pengunjung event. Apalagi sekarang Jogja sering mengalami kemacetan di dalam kota. Mengunjungi pameran di tengah kota dengan kondisi macet dan lahan parkir sempit merupakan kendala tersendiri bagi calon pengunjung. Kadang calon pengunjung mengurungkan niatnya untuk mengunjungi pameran, hanya gara-gara masalah parkir sempit. Maka menggelar pameran di pinggiran kota yang tersedia area parkir yang memadai menjadi alternatif yang sangat baik.

5. Penyelenggara

Pameran SAExpo 2018 diselenggarakan oleh Forum Jiffina Jawa-Bali yang telah sukses menggelar pameran JIFFINA sampai dengan yang ke-3 (2016-2018). Work team-nya pun telah puluhan tahun melakukan aktifitas pameran. Sehingga tak pantas untuk diragukan dalam hal penyelenggaraan pameran.

Terlepas dari 5 alasan di atas, seperti yang sering saya gambarkan, bahwa seorang entrepreneur itu seperti seorang pendekar. Para pendekar ulung tidak akan memukul lawan, jika tidak ada sasaran dan timing/moment  yang tepat. Jika ada target dan timing yang tepat di depan mata, barulah seorang pendekar akan memukul dengan kekuatan tenaga yang maha dahsyat. Tapi jika tak ada sasaran dan moment yang tepat, pukulan hanya menyebabkan sakit di badan.

Nah, Pameran SAExpo 2018 inilah sasaran yang tepat. Maka ‘pukul’lah dengan kekuatan yang paling dahsyat yang kita miliki. Persiapkan materi pameran dengan baik mulai sekarang, mumpung masih ada waktu, dan kita akan ‘pukul’ target kita besok Oktober 2018 di Pameran SAExpo. Tentu jangan lupa berdo’a…   ***

Salam kreatif!

Sumber:

WhatsApp chat